ayun.izza277710'sblog

mencari dan memberi yang terbaik

15
Sep
2010

cerita inspirasi orang lain

by ayun.izza277710

Nama   : Ayun Farikha Noer Izza

NRP    : G54100018

Laskar 14 (Ki Hajar Dewantara)

Aku mempunyai teman spesial. Namanya Muhammad Fuad Zainudin. Dia berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Dia berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Ibunya hanya seorang penjahit dan ayahnya adalah seorang petani. Mereka selalu hidup pas-pasan.

Saat SD, SMP dan SMA dia bukan termasuk siswa cerdas. Dia tidak terlalu pandai, tapi selalu masuk ranking 10 besar. Padahal, memurutku dia orang pandai, hanya saja dia malas belajar.

Saat lulus SMA dia bingung mau melanjutkan kuliah kemana. Dia ingin sekali menjadi dokter tapi keadaan ekonomi orang tuanya yang membuat dia mengurungkan niatnya tersebut. Akhirnya ia mencoba SNMPTN UNS dan memilih jurusan Psikologi. Tapi dia tak lolos. Dia hampir putus asa. Akhirnya, orang tuanya memaksa dia untuk ikut tes STAN. Berbulan-bulan dia menganggur di rumah sambil menunggu pengumuman tes STAN. Ternyata dia lolos dan diterima sebagai mahasiswa D3 Perpajakan STAN. Dia agak kurang sreg dengan pilihan orang tuanya itu. Diapun merantau ke Tangerang dengan paksaan orang tuanya.

Dia adalah orang yang santai dalam menjalani sesuatu, tak pernah diambil pusing tapi serius dan sungguh-sungguh menjalaninya. Dia termasuk mahasiswa malas dan kerjaannya hanya tidur, tapi nilai-nilainya selalu bagus. Kiriman dari orang tuanya juga pas-pasan, tapi selalu cukup bagi dia. dia selalu mengajariku hal-hal baru tentang kehidupan ini. Dia selalu bilang padaku, pikiran adalah doa. dia selalu optimis dalam melakukan sesuatu. Dia selalu sabar walaupun teman-teman sekelasnya dulu hingga sekarang kadang-kadang menyepelekan dia. dia adalah orang yang sangat-sangat mencintai keluarganya dan dia berniat untuk membuat keluarganya jauh lebih baik daripada sekarang.

Aku adalah orang yang serius, pemarah dan childish, tapi dia sabar menghadapiku. Ada kata-katanya tentang kedewasaan yang membuat aku semakin terinspirasi olehnya :

Kedewasaan itu tumbuh dari bagaimana kita menyikapi hidup dan mengambil hikmah dari setiap masalah yang datang. Dewasa itu tidak selalu harus serius karena keseriusan kadang membuat hati dan pikiran menjadi panas. Segala sesuatu harus diselesaikan dengan kepala dingin agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari.

Yah begitulah sedikit cerita tentang Muhammad Fuad Zainudin yang menginspirasiku selama ini… J

15
Sep
2010

cerita inspirasi diri sendiri

by ayun.izza277710

Nama : Ayun Farikha Noer Izza

NRP : G54100018

Laskar 14 (Ki Hajar Dewantara)

Aku biasa dipanggil Ayun baik di rumah maupun di sekolahku. Aku ingin bercerita sedikit tentang kehidupanku. Saat aku masih mengenyam bangku SD, aku termasuk murid pandai di kelas. Saat aku kelas 1 SD, aku mendapatkan ranking 3 di caturwulan pertama. Melihat seorang temanku yang mendapat ranking 1, akupun iri dan sangat sedih sekali. Orang tuaku tidak mempermasalahkan aku mendapat ranking berapa. Tapi, naluriku sebagai anak kecil pun tak ingin kalah dengan teman-teman yang lain. Aku masih ingat, setelah penerimaan rapor tersebut, akupun berjanji dengan suara lantang kepada Bapakku, “Pak, Caturwulan Kedua aku yang mendapat ranking 1 itu!” Bapakku kaget melihatku dan hanya bisa tersenyum. Sejak saat itu, akupun lebih rajin belajar sehingga di Caturwulan-caturwulan berikutnya bahkan sampai kelas 6, aku mendapat ranking 1 terus. Saat Ujian Nasional, pelajaran Matematikaku mendapat nilai sempurna, 10. Mungkin ini karena aku sangat-sangat menyukai Matematika, melebihi pelajaran yang lain.

Dengan bekal Nilai Ujian Nasional SD tertinggi di sekolahku, akupun mendaftar ke SMP yang merupakan salah satu SMP terbaik di kotaku. Akupun diterima. Menyadari teman-temanku juga termasuk murid-murid yang pandai, aku sedikit down. Nilai-nilaiku tak semaksimal saat di SD dulu. Aku kelabakan, aku stress dengan nilai-nilaiku yang pas-pasan. Ada salah seorang temanku yang kemampuan akademiknya melebihi aku. Akupun iri dan berjanji pada diriku sendiri, aku tidak boleh seperti ini terus-terusan. Aku harus menjadi yang pertama. Akhirnya, nilai-nilaiku mulai naik dan aku puas. Bahkan, saat Ujian Nasional SMP, nilaiku tertinggi lagi di kelas. Dan aku juga mendapat nilai sempurna untuk Matematika lagi, 10.

Akupun diterima di salah satu SMA yang terbaik di kotaku. Kejadian saat awal-awal SMP terulang lagi. Aku masih sulit beradaptasi dengan pelajaran-pelajarn baru. Nilai-nilaiku pas-pasan. Aku down lagi, aku stress. Tapi sifat ambisiusku datang lagi, dan aku mulai semangat belajar. Akhirnya, sampai kelas 3 pun aku selalu juara kelas. Semester 1 aku tidak berkesempatan menyabet juara paralel. Semester kedua, aku langsung juara paralel kedua dari 10 kelas. Semester 3 dan 4 aku berhasil mendapat juara paralel pertama untuk kelas IPA. Tapi di semester 5 aku harus puas dengan juara paralel kedua. Semester 6 adalah semester dimana sinarku redup, aku hanya mendapat juara paralel ketiga. Saat wisuda purna kelas 3, sekolahku mengumumkan siswa terbaik, hasil Ujian Nasional terbaik dan Juara Paralel. Ternyata aku bukan siswa terbaik. Hasil Ujian Nasionalku tak memuaskan, walaupun aku puas dengan sempurnanya nilai Matematikaku lagi, 10.  Dan aku hanya mendapat juara paralel ketiga. Betapa sakitnya hatiku. Padahal selama ini usahaku selalu maksimal, aku sudah belajar siang malam tapi ternyata hasilnya tak memuaskan.

Setelah kejadian itu, akupun merenung. Sepertinya Allah kurang adil padaku. Ternyata setelah aku pikir-pikir, ini adalah rencana Allah yang indah. Selama ini aku kurang bersyukur, aku hanya mengejar nilai nilai dan nilai, bukan diniatkan untuk mengejar ilmu, aku selalu merasa lebih dari yang lain. Aku salah selama ini. Aku adalah orang yang terlalu berambisius sehingga menjadi boomerang bagi diriku sendiri. Aku tidak pernah menyesali hal itu, justru aku jadikan pelajaran yang amat sangat berharga buatku untuk melangkah ke depan.

Saat pembukaan PMDK, aku selalu bilang pada orang tuaku, teman-temanku bahkan guru-guruku, aku tak mau menjadi dokter! Aku tidak mau kuliah dalam bidang kesehatan! Mau kuliah dimanapun, aku akan mengambil Matematika! Karena kelemahanku adalah menghafal, menurutku kuliah di bidang kesehatan adalah suatu perbutan membunuh diriku sendiri. Aku suka matematika dari dulu. Akupun berani mengambil jurusan itu walaupun banyak yang kecewa. Aku tak peduli, prinsipku kuliah itu harus didasari dengan kemampuan dan perasaan hati yang menyukai jurusan itu. Walaupun kemampuanku di Matematika biasa-biasa saja tapi aku menyukainya, dan aku yakin akan sukses. Dan akhirnya, aku diterima di Departemen Matematika, IPB.

Jadi, pelajaran yang bisa aku petik dari ceritaku sendiri, ambisius itu boleh-boleh saja, tapi jangan terlalu berlebihan karena hal itu bisa menjatuhkan diriku sendiri, aku harus banyak-banyak bersyukur kepada Allah berapapun yang aku dapat, dikasih baik aku harus bersyukur dan tidak boleh sombong, dikasih jelek aku juga harus bersyukur dan harus memperbaikinya, apapun yang aku kerjakan harus didasari rasa ikhlas dan senang agar selama proses berlangsung aku lebih mudah memahami.

Yaah.. begitulah sekelumit cerita tentang diriku. Semoga menjadi inspirasi bagi yang lain… J

14
Sep
2010

sek nyobak disek..

by ayun.izza277710

ooh.. isok’e..

20
Jul
2010

Pelatihan Blog Mahasiswa

by ayun.izza277710

wah… nulis apa ya?

bingung…

June 2017
S M T W T F S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Monthly Archives

Categories